Nasib Menyedihkan Leicester Di Klasemen Liga Inggris

Juara bertahan Liga Inggris musim lalu Leicester City benar-benar menyedihkan. Pasukan Claudio Ranieri itu kini sedang dalam kondisi terpuruk. Terlempar jauh dari urutan lima besar di klasemen Primer Inggris dan saat ini klub yang sempat membuat dunia tercengang itu hanya mampu berada di posisi ke-13 dengan raihan poin 8.

Sangat berbanding terbalik jika melihat prestasinya pada musim lalu. Pada saat itu, klub berjuluk The Foxes itu tidak bisa berbuat banyak di musim kali ini. Kepercayaan diri yang telah rontok karena terlena dengan menjadi juara Liga Inggri pada musim kemarin. Kemampuannya seakan telah menghilang pada musim ini dan terdampar di papan tengah klasemen sementara.

Kepala pelatih mereka, Ranieri akan semakin pusing setelah tim besutannya itu lagi-lagi harus menelan kekalahan menyakitkan atas Chelsea. Melawan pasukan the blues ternyata Vardy dan kawan-kawan tidak mampu berbuat apa-apa. Mereka harus mengakui anak asuh Conte dengan skor tiga gol tanpa balas. Buruknya komuniskasi antar lini di lapangan menjadi biang keladi kekalahan mereka itu.

“Kami harus bisa melupakan setiap kekalahan. Musim ini memang sangat menyakitkan bagi kami, seharusnya sebagai juara bertahan tim bisa memberikan kepercayaan diri yang kuat tapi ini semua terbalik,” Jelas Ranieri dengan raut muka penuh kekecewaan saat di tanya media mengenai jebloknya prestasi mereka.

Ranieri Mulai Lupakan Juara Bertahan

ranieri

Pelatih yang sempat menjadi fenomenal karena pada musim pertamanya ia langsung membawa Leicester City menjadi juara Liga Inggris itu kini perlahan melupakan juara bertahan yang lekatkan kepada timnya itu.

“Saya sangat sedih dengan performa tim ini, mereka tidak mampu memberikan banyak cara dalam menciptakan gol seperti musim lalu. Kini kami semua harus bisa membuang juara bertahan karena itu menjadi bumerang bagi tim ini sendiri,” ungkap Ranieri.

Keadaan yang sangat tidak bagus bagi sebuah klub juara bertahan dengan menempati posisi pada papan tengah klasemen sementara. Hanya bisa memenangkan satu kali pertandingan saat melawan Burnley dan seterusnya tidak pernah lagi mendapatkan tiga poin merupakan prestasi yang sangat tidak bagus.

Pola Permainan

leicester-city

Banyak pengamat yang memberikan masukan kepada Ranieri untuk merubah gaya permainan anak asuhnya itu. The Foxes dinilai bermain terlalu berani keluar menyerang dan sering kali membuat lubang dan celah pada lini tengah  hingga belakang mereka.

Dalam setiap laganya Leicester kerap kali selalu berusaha tampil lepas dan terkesan apa adanya. Mereka melakukan serangan dengan cukup baik namun tidak adanya pemain jangka di lapangan tengah menjadi jarak antara pemain bertahan dan tengah sangat jauh. Hal terseut sering sekali terlihat di setiap laganya.

Liga Inggris sangat mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik. Pemain dari Leicester sendiri terlalu bebas menyerang tanpa strategi menahan bola demi menguasai berbagai sektor pada lapangan. “Ia (Leicester) sebernarnya adalah tim bagus, Ranieri sangat mengerti akan arti sepakbola menyerang tapi sepertinya ia lupa akan penguasaan lapangan pada setiap pertandingan,” ujar salah satu komentator bola di Inggris.